Bentuk dan Gaya Puisi

STRUKTUR PUISI

Struktur memainkan peranan penting di dalam penyusunan baris atau larik dan kata-kata. Struktur merangkumi rangkap dan bentuk/gaya sesebuah puisi.

Rangkap Puisi

Rangkap puisi terdiri dari satu siri baris yang dikumpulkan bersama-sama dan dipisahkan oleh satu baris kosong dari rangkap lain. Ianya adalah bersamaan dengan perenggan dalam esei. Salah satu cara untuk mengenal pasti struktur puisi adalah untuk mengira bilangan baris. Adapun banyak puisi sekarang yang panjang berjela yang tidak mengikut struktur rangkap, contohnya: puisi Aan Manshur (Melihat Api Bekerja) yang terkadang mempunyai serangkap 9 baris atau 10 baris.  Maka puisi-puisi beliau boleh diklasifikasikan juga sebagai puisi bebas.

  • kuplet (2 baris)
  • terset (3 baris)
  • kuatrain (4 baris)
  • cinkuain (5 baris)
  • sestet (6 baris)
  • septet (7 baris)
  • oktaf (8 baris)

Bentuk/Gaya Puisi

Ada puisi yang tidak mempunyai baris tertentu, skim bunyian sama atau corak berirama, namun kita masih lagi boleh melabelkannya mengikut bentuk atau gaya. Ini adalah tiga bentuk/gaya puisi yang biasanya kita baca:

  • Puisi Subjektif/Ekspresif: puisi yang berisi luapan perasaan penyairnya.
  • Puisi Naratif: Puisi yang mengungkapkan cerita, mempunyai plot: ada konflik, karakter, tindakan, klimaks dan penyelesaian.
  • Puisi Objektif/Deskriptif: puisi yang bersifat menghurai. Ianya menggunakan huraian imej dan kata sifat. Walaupun beremosi, ianya lebih memfokuskan tentang perkara yang berlaku di sekeliling penyair.

Hampir kesemua puisi mempunyai gaya di atas dan sesebuah puisi itu boleh juga dicipta dari gabungan dua atau tiga gaya.

Pecahan Bentuk/Gaya Puisi

Ode: puisi sanjungan untuk orang yang berjasa dalam masyarakat.

Dikaulah Pelita (Mengenang Za’ba) – Dharmawijaya

Dikaulah pelita
penyuluh untaian mutiara bahasa
menatah tinta
peneguh titian kembara bangsa.

Bersama ketajaman mata fikir
dikau galuri kekayaan bahasa
dalam khazanah kata hikmah makna
bersama kepekaan buana tafsir
dikau telusuri keunggulan budaya
dalam kias bestari kilas bitara

 

Elegi: puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.

Senja di Pelabuhan Kecil – Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

 

Soneta: Ia adalah lirik puisi yang terdiri daripada 14 baris. Shakespeare banyak menghasilkan soneta.

Sonnet I (Shakespeare)

From fairest creatures we desire increase,
That thereby beauty’s rose might never die,
But as the riper should by time decease,
His tender heir might bear his memory:
But thou contracted to thine own bright eyes,
Feed’st thy light’s flame with self-substantial fuel,
Making a famine where abundance lies,
Thy self thy foe, to thy sweet self too cruel:
Thou that art now the world’s fresh ornament,
And only herald to the gaudy spring,
Within thine own bud buriest thy content,
And, tender churl, mak’st waste in niggarding:
Pity the world, or else this glutton be,
To eat the world’s due, by the grave and thee.

 

Balada: Puisi yang berkisah tentang hidup dan kehidupan manusia, melalui fikiran dan perasaan yang berintikan budaya universal, dan tidak terikat dengan ruang dan waktu tertentu. Puisi Balada adalah puisi yang objektif, menggambarkan perilaku seseorang, secara dialog maupun monolog sehingga mengandungi suatu gambaran kisah tertentu.

Balada Gadis Tani – Dharmawijaya

I

Pabila menyambar rendah burung lelayang
bermain riak air di kolam
akan mengertilah gadis di sawah ladang
desa kerdilnya bakal diintai malam.
Lantas berlengganglah gadis meniti permatang
dalam kepapaannya hati terpaut sayang
antara desir dan kerimbunan padi
limpah kudrat diserik getir anak tani

 

Metafisika: Metafisika secara harfiah adalah salah satu cabang Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Puisi jenis ini mengajak pembaca untuk merenungkan kehidupan dan merenungkan Tuhan. Karya Jalal ad-Din Mohammed Rūmī dapat diklasifikasikan sebagai puisi metafisikal.

Let Me be Mad- Jalal ad-Din Mohammed Rūmī

O incomparable Giver of life, cut reason loose at last!
Let it wander grey-eyed from vanity to vanity.
Shatter open my skull, pour in it the wine of madness!
Let me be mad, as You; mad with You, with us.
Beyond the sanity of fools is a burning desert
Where Your sun is whirling in every atom:
Beloved, drag me there, let me roast in Perfection!

 

Prosaik: Puisi yang mirip dengan bahasa harian dan sangat mudah dihayati maknanya.

Waris Bertuah – A.Samad Said

Lihatlah, nikmatlah jernihnya air;
Dengarlah, hayatlah angin berdesir.
Inilah dendang bumi yang kaya
Kita warisnya sungguh bertuah.
Di kocak sungai ikan segar menari,
Di atas dahan unggas cergas menyanyi.
Seisi alam ini satu anugerah
Syukur yang tulus kita kepada Allah.
Bumi yang yakin, langit yang tulen
Berdakap damai seakrab mungkin.

 

Analogi: Menyamakan makna dua hal yang berbeza; contohnya, perkahwinan dengan bahtera, tidur dengan mati, malam dengan hitam atau gelap, dan sebagainya.

Nothing Gold Can Stay – Robert Frost

Nature’s first green is gold,
Her hardest hue to hold.
Her early leaf’s a flower;
But only so an hour.
Then leaf subsides to leaf.
So Eden sank to grief,
So dawn goes down to day.
Nothing gold can stay.

 

Metafora: menggunakan kata atau frasa yang biasanya digunakan untuk merujuk pada sesuatu hal yang lain, sehingga menghasilkan suatu perbandingan yang tersirat. Metafora boleh terdiri daripada konsep logik dan abstrak.

Dewa Telah Mati – Subagio Sastrowardoyo

Tak ada dewa di rawa-rawa ini
Hanya gagak yang mengakak malam hari
Dan siang terbang mengitari bangkai
pertapa yang terbunuh dekat kuil

Dewa telah mati di tepi-tepi ini
Hanya ular yang mendesir dekat sumber
Lalu minum dari mulut
pelacur yang tersenyum dengan bayang sendiri

Bumi ini perumpuan jalang
yang menarik laki-laki jantan dan pertapa
ke rawa-rawa mesum ini
dan membunuhnya pagi hari

 

Gelap: Puisi yang sukar ditafsirkan. Terlampau banyak penggunaan metafora, simbolisasi yang membenamkan makna puisi itu sendiri. Mungkin hanya pengarangnya yang boleh memberitahu makna puisinya.

Kutulis Sedih Laut – Maman S. Taswie dalam Zaidan

Kutulis sedih laut
pada wajah gelombang
lumut gelisah
di ketiak karang

Kutulis kemarau daratan
pada putih tulang
kota-kota sangar
membakar seribu bulan 

 

Prismatis: Puisi yang mampu menyelaraskan kemampuan mencipta gaya bahasa, diksi, dan pengimajian sedemikian rupa sehingga pembaca tidak terlalu mudah menafsirkan makna puisinya, namun tidak terlalu gelap. Pembaca tetap dapat menelusuri makna puisi itu. Mungkin ada banyak tafsiran,  karena memang bahasa puisi bersifat multi-interpretable. Jika pembaca mempunyai latar belakang pengetahuan tentang penyair dan kenyataan sejarah, maka pembaca akan lebih cepat dan tepat menafsirkan makna puisi tersebut.

Pada jam ke-24
kota seperti kiamat:
Sydney telah terkunci
dalam gelas pagi.
Ada bulan mengukur luas
laut dan musik panas
Ada beton membentang bentuk
dan bayang hanya merunduk
(Sydney: Goenawan Mohammad, 1979)

 

Epigram: Sebuah puisi yang singkat, ironis dan lucu.

Underwoods: Epigram – Robert Louis Stevenson

Of all my verse, like not a single line;
But like my title, for it is not mine.
That title from a better man I stole:
Ah, how much better, had I stol’n the whole.

 

Kata Silang (Akrostik): Huruf pertama setiap baris membentuk perkataan atau mesej.

SAJALAH

Saadah yang kau beri hanya fatamorgana semata
Atau cecap manis sementara
Jauh terbang tertiup angin senja
Asa penuh dusta
Luakkan saja biar kumudah melupa
Apatah bakar dengan api membara
Hangus tiada sisa!
-Unknown

 

Sindiran/kritik (satire): adalah puisi lirik yang berisi kritikan pedas. Nadanya memang humor, namun tajam dan menusuk.

Surat dari masyarakat burung kepada datuk bandar- Usman Awang

Tuan Datuk Bandar,
kami masyarakat burung telah mengadakan mesyuarat agung
pada suatu pagi yang manis dan ranum
di atas bangunan parlimen yang kosong

seluruh kaum burung telah diwakili
oleh para cerdik pandai, kecuali
perwakilan burung gagak yang sibuk dengan urusan kematian
penembakan, bangkai hanyut di sungai kelang.

sidang ini dihadiri juga oleh pemerhati undangan
kupu-kupu yang ada kepentingan
dengan persoalan yang kami bincangkan

Ejekan (Parody): adalah puisi lirik yang berisi ejekan juga dengan cara mempermainkan maksud dan bentuk sasaran yang diejek itu, sehingga tercapai efek humor. Didalamnya terdapat tiruan pemakaian kata, gaya, sikap hati, dan gagasan pengarang lain dengan tujuan melucu atau mencemuh.

Virgin In A Tree – Sylvia Plath 

How this tart fable instructs
And mocks! Here’s the parody of that moral mousetrap
Set in the proverbs stitched on samplers
Approving chased girls who get them to a tree
And put on bark’s nun-black

Habit which deflects
All amorous arrows.
For to sheathe the virgin shape
In a scabbard of wood baffles pursuers,
Whether goat-thighed or god-haloed.
Ever since that first Daphne
Switched her incomparable back

 

Epik: mengandungi cerita kepahlawanan, baik kepahlawanan yang berhubungan dengan legenda, kepercayaan atau sejarah.

Korban Hang Tuah – Zurinah Hassan

Alangkah sukarnya membuat keputusan
Untuk setia kepada raja yang zalim
Dan menzalimi kawan yang setia
Bukan mudah untuk membuat pertimbangan
Di antara membantah seorang tuan
Dan pentingnya mempertahankan ketuanan
Melawan kerenah seorang raja
Dan memelihara sebuah kerajaan

 

Dramatik Monolog: adalah puisi naratif yang melukiskan perilaku seseorang, baik lewat gerak, dialog maupun monolog sehingga mengundang suatu gambaran kisah tertentu.

Diponegoro – Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

 

Fisikal: Puisi yang bersifat nyata, yang menggambarkan kenyataan seadanya; hal-hal yang didengar, dilihat, atau dirasakan.

Patroli – Mustofa W Hasyim

Iring-iringan panser mondar-mandir di jalan rawan
Di seantaro sajakku.
Di sebuah sudut yang agak gelap komandan melihat
kelebat seorang demonstrasi yang gerak-geriknya dianggap
mencurigakan.
Pasukan disiagakan dan diperintahkan
untuk memblokir setiap jalan.
Semua mendadak panik.
Kata-kata kocar kacir dan tiarap seketika.
Komandan berteriak, “Kalian sembunyikan di mana penyair
kurus yang tubuhnya seperti jerangkong itu?
Pena yang baru diasahkan sangat tajam dan berbahaya.
Seorang peronda memberanikan diri angkat bicara,
“Dia sakit perut komandan,
Lantas terbirit-birit ke dalam kakus.
Mungkin dia lagi bikin aksi di sana. “Sialan!” umpat komandan
geram sekali, lalu memerintahkan pasukan melanjutkan
patroli.

Dihuruf terakhir sajakku si jerangkong itu tiba-tiba muncul
dari dalam kakus sambil menepuk-nepuk perutnya.
“Lega, “Katanya.
Maka kata-kata yang tadi gemetaran serempak
bersorak dan merapatkan diri ke posisi semula.
Di kejauhan terdengar letusan, api sedang melalap dan
menghanguskan mayat-mayat korban.

Dari repartase yang menakutkan
(Yogyakarta: benteng, 1992:10)

 

Kiasan (Simile): kiasan yang membandingkan dua benda yang berbeza tetapi ada persamaan. Penggunaan bak, umpama, seperti, bagai dan laksana banyak digunakan dalam ayat jenis ini.

A Simile – Poem by Navarre Scott Momaday
What did we say to each other
that now we are as the deer
who walk in single file
with heads high
with ears forward
with eyes watchful
with hooves always placed on firm ground
in whose limbs there is latent flight

 

Romantisisme: puisi berisikan luapan perasaan kasih sayang terhadap kekasih. persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra.

This, I Promised – Camar Putih (Sheikh Mansor)
I can’t promise you a rose garden
for its way out of my tiny might
the wildest of dreams
for I want just to be true
till the day I’d come
with a heart full of blossoms
This, I promised

 

Himne: berisi pujian-pujian untuk Tuhan atau pujian-pujian, untuk tanah air tercinta serta pahlawan yang telah ikut berjuang membela kemerdekaan. Kata “himne” berasal dari bahasa Yunani, hymnos yang berarti pujian atau pujaan.

Hymn of Praise – El Faruq

The deepest love for Thee and Thine
Refulgent in my heart will shine;
Thy slightest wish shall ever be
My care throughout Eternity.

Thou art my God, my Love, my King;
Without Thee could not anything
I now enjoy be mine today,
And I should not have lived to say –

“O Blessed God, Almighty King,
Open Thy heart and let me in;
I know Thy Grace, Thy Power, Thy love
Altho’ Thou dwellest in Heaven above.

 

 

Personifikasi: merujuk bahasa yang memberikan sifat manusia kepada sesuatu benda, keadaan atau suasana. Contoh: Pokok bunga matahari itu ketawa kepadanya.

Two Sunflowers Move in the Yellow Room – William Blake

Ah, William, we’re weary of weather,
said the sunflowers, shining with dew.

Our traveling habits have tired us.
Can you give us a room with a view?

 

Bebas: Sajak ini tidak mempunyai bentuk yang sama, rupa, nahu, bunyi dan tatabahasanya.

In A Station Of The Metro – Ezra Pound

The apparition of these faces in the crowd:
Petals on a wet, black bough.

 

Distant light – Walid Khazindar
loose translation by Michael R. Burch

Bitterly cold,
winter clings to the naked trees.
If only you would free
the bright sparrows
from the tips of your fingers
and release a smile—that shy, tentative smile—
from the imprisoned anguish I see.
Sing! Can we not sing
as if we were warm, hand-in-hand,
shielded by shade from a glaring sun?

 

Pastoral: berisi penggambaran kehidupan dalam kaum gembala atau petani. Biasanya nadanya sendu/nostalgik.

The Passionate Shepherd to His Love – Christopher Marlowe

Come live with me and be my Love,
And we will all the pleasures prove
That hills and valleys, dale and field,
And all the craggy mountains yield.”
There will we sit upon the rocks
And see the shepherds feed their flocks,
By shallow rivers, to whose falls
Melodious birds sing madrigals.

 

Haiku: Haiku adalah puisi pendek Jepun, disajikan dalam terset (tiga baris); 5, 7 dan 5 suku kata berjumlah 17. Mempunyai kata musim (kigo) dan bertemakan alam semulajadi.

The Old Pond – Matsuo Basho

Furuike ya
kawazu tobikomu
mizu no oto
(karya asal dalam Bahasa Jepun)

An old silent pond…
A frog jumps into the pond,
splash! Silence again.
(terjemahan Harry Behn).

 

Senryu/Human Haiku: Senryu sama formatnya dengan Haiku, namun isinya lebih ringan dan temanya bebas. Tidak perlu adanya kigo, penunjuk musim.

The Glance – Emila Yusof
Head over the heels,
a heart beats alound and fast.
Infatuation.

 

CORAK BUNYI

Tiga elemen lain di dalam pembikinan puisi ialah skim persamaan bunyi (rima) atau aliterasi iaitu ulangan bunyi yang sama pada awal kata atau perkataan.

Persamaan Bunyi (Rima)

Di dalam puisi, rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima merangkumi:

  • onomatopia adalah kata tiruan bunyi, contohnya: ‘kokok’ merupakan tiruan bunyi ayam, ‘miau’ merupakan tiruan bunyi kucing,
  • bentuk intern pola bunyi yang terdiri dari aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, pengulangan bunyi (kata), dan sebagainya,
  • pengulangan kata/ungkapan.

Contoh pengulangan rima pada perkataan akhir:

I saw a fairy in the wood,
He was dressed all in green.
He drew his sword while I just stood,
And realized I’d been seen.

Skim bunyian sama contoh di atas ialah a-b-a-b.

 

Contoh pengulangan konsonan (aliterasi):

Takut titik-titik tinta tumpah.

Bungi pengulangan ‘-t-‘ diulangi pada kesemua perkataan.

 

Contoh pengulangan vowel (asonansi):

Ini jiwa luka siapa punya angkara?

Bunyi vowel  ‘-a-‘ diulangi pada hampir kesemua perkataan kecuali pada kata sandang ‘ini’.

 

Contoh onomatopia:

Miau! Tebaboom! Kokokok! Moo! Vroom!

About Poeta 17 Articles
Seorang yang suka membaca puisi dan berangan.